Logo

Pemerintahan Desa Ngabar Kec. Siman Kab. Ponorogo

images

Desa Ngabar, Kec. Siman, Kab. Ponorogo

Berprestasi, Sukses
Bangun Kebersamaan Warga

Acungan jempol kiranya layak dan pantas ditujukan kepada  jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat baik yang bernaung di BPD, LKD,  LKM PNPM MP dan organisasi lainnya serta semua masyarakatnya.

 

            Berkat kepemimpinan kepemimpinan Kades Soeran, yang mampu bekerja sama dengan banyak pihak dan kepeduliannya, Desa Ngabar, Kecamatan Siman  berhasil meraih Juara II pada Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Timur. Bagi Soeran, Kepala Desa Ngabar, sejumlah persyaratan dalam penilaian lomba tersebut berusaha untuk dipenuhi dengan baik. Sebagaimana indikasi penilaian yang dilakukan oleh tim meliputi 8 elemen yakni faktor pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemasyarakatan, kelembagaan,  Profi l DesaProfi l Desa PKK, partisipasi masyarakat dan keamanan.  Di Kabupaten Ponorogo sendiri, Desa Ngabar berhasil menyisihkan seleksi di antara 279 desa dan 26 kelurahan yang tersebar di 21 kecamatan. ”Semua ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat dan segenap perangkat desa dan tokoh masyarakat di sini,” tutur Soeran.  Dengan diraihnya predikat tingkat provinsi tersebut, bagi Soeran, semakin mengukuhkan  motto Desa Ngabar, yang “Ramah lingkungan, kesejahteraan, bahagia dan religius.”  “Alhamdulillah, akhirnya semua itu dapat benar-benar terwujud,” ungkapnya optimis. Soeran menambahkan, potensi yang paling menonjol dimiliki oleh Desa Ngabar adalah pendidikan dan perekonomian, di bidang pendidikan telah memiliki lembaga pendidikan sejak dari TK hingga perguruan tinggi. Sedangkan di bidang ekonomi desa ini telah mengembangkan budidaya kambing bor (jantan kambing dari Afrika dan kambing betina asal Desa Ngabar ). “Di bidang pendidikan kami telah memiliki Madin (Madrasah Diniyah ), PAUD, SMP/sederajat, SMA/sederajat bahkan sampai perguruan tinggi, kalau di bidang ekonomi kami sedang mengembangkan kambing bor,” tambahnya.Sedangkan terkait dengan optimalisasi keberhasilan program desa, Ketua BPD Desa Ngabar Khoirur Rosyidin meminta kepada pihak pemerintahan desa untuk  lebih meningkatkan sinergitas terhadap lembaga-lembaga yang ada di desa. Selain itu, perlu mencermati hal-hal yang subtansif terkait dengan pengembangan potensi sehingga diharapkan menjadi desa yang terbaik. Potensi seperti pengembangan budidaya kambing bor, badan usaha milik desa dan pendidikan perlu terus ditingkatkan. “Kami sebagai mitra kepala desa tentunya berharap Desa Ngabar dapat meraih predikat terbaik, karena itu intinya ada sinergitas dan peningkatan potensi yang dimiliki.,” harapnya. Terkait kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan, pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di Desa Ngabar berjalan baik. Indikasinya antara lain tingkat kepedulian masyarakat baik, kinerja LKM ( Lembaga Keswadayaan Masyarakat ) optimal dan sesuai SOP yang berlaku. Selain itu, program-programnya tepat sasaran, terutama peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat miskin didukung adanya perhatian dari pemerintahan desa yang luar biasa. “Allhamdullilah, terkait amanah  yang diberikan kepada teman-teman LKM beserta sekretariat dan UP-UP, serta adanya sinergitas dengan pemerintahan desa, untuk aplikasi kegiatan Tridaya dalam naungan PNPM Mandiri Perdesaan, bisa berjalan sesuai dengan SOP yang berlaku sehingga pelaksanaan program tersebut, dalam rangka pemberdayaan masyarakat kurang mampu bisa berjalan optimal,” kata Soeran.  Semangat kebersamaan, senantiasa ditekankan di Ngabar. Hal itu pun pernah disampaikan Bupati Ponorogo H Amin SH, yang banyak berharap dengan dengan lomba desa ini bisa memberikan motivasi, suport kepada masyarakat secara luas.

           Dengan demikian, makin menambah deretan prestasi yang berhasil diukir Ponorogo. Dan seperti diketahui Ponorogo juga baru saja mendapatkan penghargaan wisata religi yakni Masjid Tegalsari. Dengan adanya lomba desa, agaknya dorongan ke arah kemajuan di pedesaan menjadi harapan. Hal itu menjadi salah satu upaya untuk mendorong usaha pembangunan masyarakat atas dasar tekad dan kekuatan sendiri yang sekaligus mengevaluasi keberhasilan usaha masyarakat dalam pembangunan desa selama 2 tahun terakhir. Desa Ngabar, Kecamatan Siman, kini mempunyai jumlah penduduk 2.348 jiwa, dengan jumlah kepala keluarga  716 KK. Yang cukup menjadi ciri khasnya, adalah karakter masyarakat yang agamis, dengan adanya majelis taklim, pengajian, kelompok yasinan di setiap RT yang dilaksanakan secara rutin. Itu pun masih tampak de ngan nafas seni budaya, seperti seni hadrah kontemporer, Campursari elektun, seni karawitan, shalawatan Terbang dan Shalawatan Maulud, dll.

          Dengan sejumlah organisasi masyarakat, seperti Jamaah Qolbu Salim / Dzikrul Ghafi lin, serta Jamaah Yasinan di RT sebanyak 14 kelompok. Terdapat juga arisan kelompok tani berjumlah 5 kelompok, belum lagi organisasi pemuda / pemudi dan olahraga berjumlah 6 kelompok. Karakter masyarakat dan suasana desa yang agamis, tak lepas dari sejarah awal mula desa tersebut. Pada masa Kiai Kasan Besari mengembangkan ajaran agama Islam di Tegalsari Ponorogo, beliau mempunyai murid yang bernama Mar Karso dari Bayat Jokjakarta dan putra Temenggung Jimat dari Pacitan. Setelah cukup ilmu agama Kiai Kasan Besari menyuruh Mat Karso mengembangkan ilmunya di Lor Kulon. Sesampai di daerah Lor Kulon, Mat Karso dan Putra Temenggung Jimat mulai babat hutan, dan menjumpai jenis pohon Albar yang paling banyak. Tumenggung Jimat datang ke Tagalsari untuk mencari kabar anaknya di Tegalsari. Bertemunya Tumenggung Jimat, Kiai Kasan Besari, dengan Mat Karso dan Putra Tumenggung  Jimat  di  Lor  Kulon yang  sedang menebang  pohon Albar yang sangat besar maka daerah tersebut diberi nama Desa Ngabar.

         Sebagaimana tampak pada rintisan kawasan dan daerah yang diperjuangkan Kiai Kasan Besar, kini juga nampak dari banyaknya lembaga pendidikan, baik formal dan nonformal di Desa Ngabar. Seperti, Taman Kanak-Kanak Al-Manar dan TK Dharma Wanita, M I dan SDN, MTs Putra dan Putri, M A Putra dan Putri, Perguruan Tinggi  IAIRM, Madrasah Diniyah, TPA dan PAUD. Sementara itu, prestasi lain yang berhasil diraih Desa Ngabar, adalah adanya empat unit bangunan Poskamling, menjadi faktor  penting bagi warganya untuk saling bertukar informasi. Bahkan, Desa Ngabar mewakili Ponorogo dalam penilaian poskamling se Provinsi Jawa Timur.  Sebagaimana diketahui,Poskamling dari dulu hingga sekarang menjadi pos keamanan di tingkat pedesaan. Pasalnya Poskamling dibangun di sudut-sudut perempatan atau pertigaan jalan masuk di pedesaan sehingga sangat membantu keberadaannya dalam meningkatkan kemanan dan kenyamanan serta ketertiban desa. Bahkan, menurut Cahyono Widodo, seorang perangkat Desa Ngabar, Poskamling tidak hanya sebagai pos kemanan lingkungan desa. Akan tetapi sebagai tempat curhat warga bila menemui permasalahan dilingkungan maupun bahkan ditingkat rumah tangganya. “Poskamling ini tidak hanya untuk jaga ke amanan saja akan tetapi bila ada warga kita yang pikiran dan hatinya gundah dan gelisah serta bermasalah dilingkungan maupun di rumah tangganya juga dibawa ke sini kumpul teman akhirnya bisa terobati,” tuturnya. Kriteria penilaian untuk Poskamling, di antaranya, sebagai sarana prasarana, personel, anggaran, kegiatan Siskamling dan peragaan peralatan. Yang paling banyak dan harus ada adalah pada kriteria sarana prasarana yaitu, gedung pos, lampu penerangan, kentongan, senter, borgol, HT, Buku Mutasi, alat kebersihan, tempat sampah, P3K, alat pemadam kebakaran, daftar jadwal piket, jas hujan, daftar telepon penting,dan Ban lengan Simkamling. Agaknya, semua itu sudah menjadi kelengkapan di Desa Ngabar. (yad)

 


TAG ,

Dipost Oleh Fuad

Jalan Bhayangkara gg II no 11 Tamanarum Ponorogo. RIM Production

Tinggalkan Komentar